Pencitraan, perlukah?
(Perlu, …)
Beberapa tahun terakhir kata ‘pencitraan’ sering banget terdengar, biasanya melekat pada diri seorang publik figur dan biasanya berkonotasi negatif.
Padahal pencitraan ga selalu negatif juga sih... pencitraan sebenernya mirip mirip sama personal branding, .. hehe ga hanya produk yang perlu di branding, diri juga perlu.. Bagaimana kita ingin dilihat, dinilai, diingat, diterima oleh orang lain, caranya yaa pencitraan/personal branding.
Di dunia medsos pencitraan gampang gampang susah dilakukan krn terkadang kita mudah terpancing berkomentar atau bahkan membuat status yang membuat ‘nilai’ menjadi kurang.
Perlukah pencitraan? Perluu…
Apalagi yang menjadikan medsos sebagai tempat ngelapak online, olshop.
Itulah salah satu alasan mengapa akun medsos unt olshop dan akun pribadi kudu dipisah.
Karena dari status status kita bisa ‘menilai’ seseorang, bisa mengingat si A yang inspiratif, si B yang ramah, si C yang temennya dimana mana dll. Jadi baik baik lah dengan status xixxi...
Di tahun yang rame dengan politik seperti sekarang, bolehkah menunjukan keberpihakan politik? Boleehhh xixxiii ga ada larangan laah..
Menjelang pilpres kayak gini godaan medsos beraat.. gapapa sih nunjukin keberpihakan politik tapii yaa sekadar menunjukan aja, ga perlu juga gontokan yaa..
Yuks ah kita mulai mem-branding diri, mulai mencitrakan diri… pengennya kita diinget sebagai apa? Sebagai siapa??..
#personalbranding #pencitraan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar